Bagaimana Jika Al-Qur'an Hilang Dari Bumi ?

Kelak suatu hari nanti, akan tiba satu keadaan di mana saat kita membuka Al-Qur'an, semua halaman nampak kosong tanpa rangkaian ayat tertulis di dalamnya sebagaimana yang selama ini kita baca.

Kita kemudian bingung mencari Al-Qur'an lain, berfikir mungkin hanya kesalahan cetak.. namun ternyata sama saja Al-Qur'an lainpun halamannya kosong melompong, tidak ada satupun ayat yang tertulis di dalamnya. 

Kita semakin bingung, hati mulai berdegup kencang, berusaha meyakinkan diri bahwa hal tersebut hanyalah kesalahan cetak saja.

Kita kumpulkan puluhan, ratusan bahkan ribuan mushaf Al-Qur'an dari berbagai versi cetak, namun hasilnya sama saja. Semuanya kosong, tiada satu ayat bahkan huruf pun yang tertulis di dalamnya.

Tidak habis akal, kita berebut untuk download dan menginstal aplikasi Al-Qur'an di HP kita. Namun hal sama terjadi, tak nampak satupun ayat Al-Qur'an dalam pandangan mata kita.

Tiba-tiba kerinduan untuk membaca Al-Qur'an yang selama ini hanya jadi hiasan di lemari tua kita membuncah, bahkan aplikasi Al-Qur'an yang sengaja kita install di gadget pun sama sekali tak pernah kita buka. 

Penyesalan karena selama ini lebih mementingkan gadget daripada mushaf Al-Qur'an benar-benar membuat perih yang tak terkira di dada. 

Rindu ingin membacanya seperti tak terbendung, bahkan ingin mencium dan mendekapnya di dada kita.

Semua manusia pada hari itu dalam keadaan linglung, lupa.. sebagian orang mencoba mengingat-ingat hafalan semasa kecilnya saat mengikuti TPA, barangkali masih ada lantunan ayat yang pernah dihafalnya dahulu sekali, ia berusaha membaca dari apa yang dihafalnya

 .... Beberapa mungkin mengingatnya ... 

Namun itupun ia lantunkan dengan terbata-bata. Lupa hilang...

Keadaan ini hingga pada tahap akhirnya semua manusia tersadar bahwa Al-Qur'an telah diangkat dari bumi dan diambil dari buku-buku dan dan mushaf manapun, dan tidak ada yang tersisa darinya. 

Tidak ada lagi waktu untuk menghafalkannya. Tidak ada lagi kesempatan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai syafaat kelak. Karena Allah telah mengangkatnya, Allah telah memberikan kesempatan itu namun kita menyia-nyiakannya.

Sahabat, jangan sampai hal tersebut menjadi penyesalan seumur hidup kita. Mari kita saling mengingatkan untuk senantiasa membaca Al-Qur'an ... Jangan meninggalkan Al-Qur'an, jangan meninggalkan firman Allah Azza wa Jalla. 

Bacalah setiap hari walau hanya satu ayat. Jangan gengsi untuk belajar membacanya meski umur sudah tidak muda lagi.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an sumber mata hati kami. Jadikanlah kami dan generasi penerus kami sebagai hamba-Mu yang mencintai dan menjaga Al-Qur'an di sanubarinya Aamiin.

READ MORE - Bagaimana Jika Al-Qur'an Hilang Dari Bumi ?

Malu Karena Allah

 Al-Hafizh Ibnu Katsir رحمه الله berkata :

أَنَّ خَادِمًا لِعَبْدِ اللهٍ بْنِ عُمَرَ أَذْنَبَ فَأَرَادَ ابْنُ عُمَرَ أَنْ يُعَاقِبَهُ عَلَى ذَنْبِهِ فَقَالَ : يَا سَيِّدِي أَمَا لَكَ ذَنْبٌ تخاف من الله فيه ؟ قال : بلى، قال : بالذي أَمْهَلَكَ لَمَّا أَمْهَلْتَنِي؟ ثُمَّ أَذْنَبَ الْعَبْدُ ثَانِيًا فَأَرَادَ عُقُوبَتَهُ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ فَعَفَا عَنْهُ، ثُمَّ أَذْنَبَ الثَّالِثَةَ فَعَاقَبَهُ وَهُوَ لَا يَتَكَلَّمُ، فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ : مَا لَكَ لم تقل مثل مَا قُلْتَ فِي الْأَوَّلَتَيْنِ ؟ فَقَالَ : يَا سَيِّدِي حَيَاءً مِنْ حِلْمِكَ مَعَ تَكْرَارِ جُرْمِي، فَبَكَى ابْنُ عُمَرَ وَقَالَ : أَنَا أَحَقُّ بِالْحَيَاءِ مِنْ رَبِّي، أَنْتَ حرٌّ لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى

"Sesungguhnya budak milik Abdullah bin Umar telah melakukan kesalahan, lantas Ibnu Umar ingin menghukumnya karena kesalahannya. Maka budak itu berkata :

"Wahai tuanku, tidakkah engkau memiliki kesalahan (dosa) yang engkau pun takut kepada Allah atas kesalahan tersebut ?"

Ibnu Umar menjawab : "Tentu"

Budak itu berkata: "Demi Dzat yang telah menunda (hukuman) mu, maka (kenapa) engkau tidak menunda (hukuman) ku ?"

Lantas budak itu kembali berbuat salah untuk yg kedua kalinya, dan Ibnu Umar ingin menghukumnya lagi. Lalu ia mengatakan seperti perkataan yg sebelumnya, maka Ibnu Umar pun memaafkannya lagi. 

Lantas budak itu melakukan kesalahan untuk yg ketiga kalinya. Maka Ibnu Umar menghukumnya, sedang budak tersebut tidak berkata-kata sama sekali.
Lantas Ibnu Umar pun berkata : 

" Kenapa engkau tidak mengatakan seperti yang telah engkau katakan di 2 kesalahanmu terdahulu ?"

Budak itu pun menjawab: "Wahai tuanku, (aku) malu terhadap kemurahan hatimu, padahal kesalahanku berulang-ulang"

Lalu Ibnu Umar menangis, dan berkata : 

"Aku yang lebih pantas utk malu kepada Rabbku. (Saat ini) engkau pun merdeka karena mengharap wajah Allah Ta'ala..." 

(Al-Bidaayah wan-Nihaayah XIII/205)

READ MORE - Malu Karena Allah

Hakikat Mengenal Diri Mengenal Allah

Langkah pertama untuk Mengenal Diri Sendiri ialah dengan mengetahui bahawa Diri itu tersusun dari bentuk-bentuk lahir yang disebut badan atau jasad dan bentuk-bentuk Batin yang disebut Qalbu atau jiwa dan Yang di maksudkan dengan Qalbu itu bukanlah yang berupa segumpal daging yang berada di sebelah kiri Badan di bawah susu yang dikatakan jantung, Tetapi dialah Roh Suci berpengaruh di dalam tubuh. Dia lah yang mengatur Jasmani, segenap anggota badan. 

Dialah Hakikat Insani Allah yang dinamakan Diri yang sebenarnya Diri Dia yang bertanggung-jawab dialah yang dipuji atau diseksa oleh Allah.

Untuk meneliti Mengenal Diri Sendiri itu maka, Jasad dapat dimisalkan sebagai suatu kerajaan, Dan Roh sebagai Rajanya yang berkuasa, dialah yang mengatur Jasmani. Jasmani adalah sebagai suatu Kerajaan dalam bentuk Alamuasyahadah atau Alam Nyata. 

Seluruh Badan Jasmani akan hancur binasa setelah Mati tetapi Hakikat Roh dan jiwa tidak akan Mati, ia tetap tinggal dalam Ilmu Allah. Dan Rohani Jiwa adalah sebagai Raja dalam bentuk Alam Ghaib, maksudnya bahawa Roh Jiwa itu adalah Ghaib keadaannya, tidak terpisah-pisah, tidak terbatas oleh waktu ruang, tidak tentu tempatnya dalam sesuatu bahagian tubuh. 

Oleh kerana itu maka setiap Manusia adalah merupakan pemerintah di atas kerajaan kecil di dalam Dirinya Sendiri 

Sungguh benar sekali istilah yang menyebut bahawa Manusia itu adalah Mikrosmos atau Dunia kecil dalam Dirinya Sendiri.

Sebahagian orang berpendapat bahawa Hakikat Qalbu atau Roh itu dapat dicapai dengan cara memejamkan kedua Matanya serta melupakan segala yang ada di sekitarnya kecuali peribadinya. Dengan cara begitu akan dapat juga kilauan dari Alam Abadi kepada peribadinya dalam Mengenal Dirinya. 

Tetapi bagaimana pun juga segala pertanyaan yang mendalam tentang Hakikat Roh yang sesungguhnya adalah tidak diizinkan oleh Allah Yang Maha Esa. Di dalam Al-Quran Allah berfirman Mereka itu bertanya kepada Engkau Muhammad, tentang Roh katakanlah bahawa Roh itu Utusan Allah tidak kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit sahaja.  

Apabila seseorang bertakafur atas Dirinya Sendiri maka ia akan dapat Mengetahui bahawa Dirinya pada masa dahulunya tidak pernah ada. Firman Allah Tidakkah Manusia itu ingat bahawa kami menjadikannya dahulunya sedang ia belum ada suatu apa pun. Kemudian Manusia itu akan Mengetahui bahawa ia Sebenarnya dijadikan dari Setetes Air Mani yang tidak mempunyai Akal sedikit pun, tidak mempunyai pendengaran, penglihatan, kaki, tangan, kepala sebagainya 

Dari sinilah Manusia akan Mengetahui dengan terang nyata bahawa tingkat kesempurnaan yang ia dapat capai bukanlah ia yang membuatnya kerana sehelai rambut pun Manusia itu tidak akan sanggup membuatnya.

Dengan jalan memikirkan hal tersebut maka Manusia itu dapat menemukan Dirinya di dalam kejadian yang sangat kecil bila dibandingkan dengan Kekuasaan Kasih Sayangnya Allah yang menjadikannya.

Dan apabila Manusia itu berfikir jauh maka ternyata di dalam kehidupannya ia memerlukan berbagai macam keperluan seperti Makanan Minuman pakaian, perumahan sebagainya, yang kesemuanya itu telah tersedia lengkap di dalam muka Bumi ini 

Di sini Manusia akan menjadi sedar akan Sifat Rahman Rahimnya Allah yang begitu besar  luasnya. Demikianlah Alam Dunia yang diciptakan Allah penuh dengan keajaiban-keajaiban. 

Rangka Jasad adalah bukti Kekuasaan KebijaksanaanNya, serta penuh pula dengan berbagai-bagai alat kelengkapan yang dibuatNya sebagai tanda Kasih SayangNya, pada keperluan Hidup Manusia.

Maka oleh kerana itu Manusia akan Mengetahui bahawa Allah itu ADA Oleh kerana itu benar-benar bahawa dengan penelitian pengenalan Diri Sendiri akan menjadi kunci bagi pengenalan Allah.

READ MORE - Hakikat Mengenal Diri Mengenal Allah

Memahami Makrifat Tidur

Ketika sedang TIDUR, 

manusia bergerak dan tidak merasakan sesuatu karena JIWAnya keluar dari JASADnya... Namun ia tetap dikatakan HIDUP karena ROHnya masih berada dalam JASAD. 

Ketika BANGUN, 

JIWA kembali menyatu dalam BADAN/JASAD sehingga hidupnya di dunia menjadi sempurna.

Doa yang biasa di ucapkan ketika bangun tidur :
......
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur

Artinya :
Segala puji bagi ALLAH yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada ALLAH akan bangkit

“Segala puji bagi ALLAH yang telah mengembalikan Rohku kepadaku, dan yang telah memberi kesehatan pada tubuhku”

Doa ini mengisyaratkan bahwa ROHANI (RUHUL YAQAZAH) itu boleh/bisa “keluar” dan "masuk" kedalam JASAD manusia atas izin ALLAH swt.

MATI itu sebenarnya hanyalah perpindahan dari alam dunia ke alam kubur, sebagaimana LAHIR adalah perpindahan dari alam rahim ke alam dunia.

Alam kubur/ alam barzakh adalah sekian banyak alam yang harus dilalui manusia.

----

SURGA dan NERAKA atau dapat diganti dengan sebutan: SENANG dan SUSAH, SEHAT dan SAKIT adalah satu RASA yang dirasakan oleh HATI.
__

Sesungguhnya amalan Makrifat dan Zikir yang dibaiah itu adalah untuk membersihkan HATI agar dapat seperti hati anak-anak yang suci-bersih..!

HATI ini seperti satu wadah menyimpan gula yang tertutup rapat dan dijaga dengan baik ! sekiranya tutup itu tidak terjaga dengan baik atau tutupnya sudah rusak, maka masuklah semut hitam.. yang memang gula itu makanannya..! 

PEPERANGAN yang lebih besar dari perang UHUD, KHANDAK dll adalah : "Peperangan dalam DIRI SENDIRI (HATI)" 

Disetiap saat denyut jantung ku ini, aku akan terus berperang.... Sesungguhnya iblis itu menanti saat yg tepat dan waktu untuk merusakkan anak ADAM ! 

Sekiranya aku tidak ada bersenjata (ZIKIR), niscaya aku pasti merugi ! 

Keluar masuk nafas anak ADAM adalah ZIKIR..! 

6,666 sehari dlm semalam, nafas keluar dan masuk, sekiranya anak ADAM tidak bersenjata, pasti ia merugi..! 

Dalam dalil QUR’AN diterangkan bahwa azab NERAKA berpangkal dari 3 pintu, tetapi pintu-pintu yang sebenarnya berjumlah 7..!

Inilah hakekatnya dari ROH, HATI, SURGA dan NERAKA :

1. HATI FU’AD : 
Yaitu JANTUNG
Pintunya di PUSAR, 
Rohnya disebut ROHULLAH; 
Surganya dinamakan Jannatul NA’IEM, maksudnya… lebih nikmat, 
buktinya adalah tidur pulas. 
Nerakanya dinamakan JAHANAM, artinya lebih panas, 
buktinya adalah lapar dan sakit perut !

2. HATI MUZARAT : 
yaitu SULBI
Pintunya di ZAKAR, 
Rohnya Roh QUDUS, 
Surganya dinamakan Jannatul ADNIN, 
maksudnya lebih elok, 
buktinya adalah keluar mani, 
Nerakanya dinamakan ZAKINN, 
artinya lebih dingin, 
buktinya adalah waktu mandi zinabat, atau kencing !

‎3. HATI TAWAJUH : 
yaitu PERUT
Pintunya di ANUS (Dubur), 
Rohnya Roh SYIRIKUL’ALAM, 
Surganya dinamakan Jannatul THAWWAB, 
maksudnya puas, 
buktinya adalah kentut dan berak,
Nerakanya dinamakan WAILUN,
maksudnya lebih sakit, 
buktinya adalah waktu sakit berak dan berak darah !

4. HATI SALIM : 
yaitu GINJAL
Pintunya di HIDUNG, 
Nafsunya MUTMAINAH; warnanya putih, kerjanya mencium, membau, 
Rohnya Roh RUKHANI; 
Surganya dinamakan Jannatul FIRDAUS, 
artinya lebih lama, 
buktinya adalah keluar masuknya nafas; 
Nerakanya dinamakan ASFALA’SAFILIEN, maksudnya sesak nafas, tandanya sakit mengi (sesak nafas)

5. HATI SANUBARI : 
yaitu LIMPA
Pintunya di MATA, 
Nafsunya SUPIYAH, warnanya kuning, pekerjaanya melihat, 
Rohnya Roh RABANI; 
Surganya dinamakan Jannatul SYAMSI, 
artinya lebih terang, 
buktinya adalah mengetahui segala yang ada; 
Nerakanya dinamakan SYAHHIR, 
artinya gelap…, 
nyatanya adalah sakit lamur atau buta !

6. HATI MAKNAWI : 
yaitu EMPEDU
Pintunya di TELINGA, 
Nafsunya Amarah, warnanya merah, rohnya Roh …. (?); 
Surganya dinamakan Jannatul MA’UTI, 
artinya lebih elok, 
buktinya adanya perpaduannya suara; 
Nerakanya dinamakan LALIEM, 
maksudnya pepet, 
nyatanya sakit telinga atau tuli !

7. HATI SAWADI: 
yaitu USUS
Pintunya MULUT, 
Nafsunya ALUAMAH, rupanya hitam, pekertinya bicara, 
Rohnya Roh ILAFI, 
Surganya dinamakan Jannatul SYUKHRI, 
artinya lebih suka, 
nyatanya tertawa
Nerakanya dinamakan SUKHRO, 
maksudnya risi, 
nyatanya waktu menangis..

READ MORE - Memahami Makrifat Tidur

Cara Bertemu Allah Tanpa Harus Mati

Bagaimana zikir bisa menuntun seseorang kejalan yang benar? Bagaimana ruh melalui perjalanan bathin bertemu dengan Tuhannya? Dan manusia tak harus mati untuk bertemu dengan Allah, tetapi matikanlah dirimu sebelum dirimu benar-benar mati.

Hati menjadi tenang ketika kita mengingat kalimat Allah, dengan zikir maka Allah berjanji bahwa setiap insan yang mengingatnya akan selalu diberi kemudahan dalam segala hal. 

Berzikir, maka hatimu akan menjadi tenang, berzikir maka kamu akan menemukan Tuhan Penciptamu. Zikir, bertemu pada Allah tidaklah semudah yang difikirkan. 

Banyak orang-orang yang zikir justru tersesat kedalam lembah hitam dimana mereka mengira bahwa jalan itu adalah yang paling benar. 

Ada dua hal dimana manusia dalam keadaan berzikir mereka diperlihatkan melalui fikiran-fikiran yang mustahil, sesuatu yang disebut Haq dan Bathil.

Petunjuk Dalam Zikir

Insan yang dihadapkan pada petunjuk (penglihatan) kebanyakan mereka terlena dalam percakapan antara ruh dan objek yang dilihatnya. Mereka menganggap ini sudah cukup. 

Lalu dimana hakikat insan yang ingin bertemu Tuhannya jika dalam perjalanan bathin pun masih diperdaya tipu muslihat Jin dan Syeitan? Ingatlah pada janji Iblis, dan ketika kita semakin jauh mendalami hakikat maka Allah semakin mengujimu.

Ruh, bertemu Allah 

Apa yang dimaksud petunjuk, penglihatan, ataupun gambaran dalam perjalanan bathin ketika zikir? 

Sebuah objek tidak akan pernah tampak jika tidak diperlihatkan, begitulah kebesaran Allah yang member gambaran atau petunjuk melalui hati seseorang. 

Gambaran ini seperti hayalan atau fikiran yang tanpa disadari datang begitu saja ketika seseorang melaksanakan zikir. 

Mereka yang awam justru menganggap hal ini mengganggu kosentrasi (khusuk) sehingga tak lagi mengingat jumlah zikir yang diucapkan.

Pada hakikatnya, tubuh dan hati yang mengucap astma Allah senantiasa diberi petunjuk dan jika seseorang itu sadar akan petunjuknya, maka akan semakin cepat bertemu Allah. 

Dan banyak orang tidak meyakini bahwa fenomena ini sebagai jalan berkomunikasi dengan Tuhannya, sesuatu yang sulit diterima akal fikiran.

Maka bicaralah pada hati nurani yang tidak pernah berdusta, tidak seperti akal fikiran yang sering memberikan lebih dari satu jawaban karena fikiran adalah wadah nafsu, kursi iblis dan jin.

Ketika seseorang mendirikan sholat, dia hanya menjalankan kewajiban dimana syariat menjadi tiang utamanya. Pada dasarnya sholat adalah jalan untuk bertemu dengan Allah, apakah kalian sudah bertemu dengan Allah ketika mendirikan sholat? Atau hanya secara khusuk membaca ayat-ayat dalam sholat, kalimat demi kalimat dan menganggap ibadah itu sempurna?

Dan banyak orang berfikir untuk bertemu dengan Allah haruslah mati terlebih dahulu, tapi tidaklah demikian karena Rasulullah pun Isra’ Mi’raj dan bertemu dengan Allah, begitu juga umatnya bisa berkomunikasi dengan Allah melalui jalan Tarikat. 

Dan matikanlah dirimu ketika menghadap Ku sebelum kau benar-benar mati.

Tak ada jalan singkat berkomunikasi dengan Allah, memahami kebesaranNya melalui 20 sifat yang dimilikiNya, tak lain dengan jalan zikrullah, Laillahaillallah… dimana jika kalimat ini ditimbang jauh lebih berat daripada tujuh lapis langit dan Bumi.

Pada dasarnya, ilmu Islam terbagi kedalam empat bagian, dimana menguasai keseluruhannya merupakan kesempurnaan ajaran Islam. 

Mereka yang menjalani ini termasuk kaum sufi, dan empat bagian yang bisa diketahui itu adalah:
  • Ilmu Fiqih yang mengatur segala syariat yang bersifat lahiriah
  • Ilmu Tashawuf yang mengatur tarikat bersifat pembersih hati manusia (kalbu0
  • Ilmu Kalam (ushuluddin, tauhid, akidah) yang mengatur hakikat yang melepaskan umat dari syirik
  • Ilmu Hikmah (rahasia-rahasia Allah) yang ditujuki Allah kepada orang-orang yang dikehendaki sebagai ilmu ma'rifah. 
Maka Allah telah menegaskan dalam firman-Nya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)

Apa yang dimaksud ilmu Hikmah merupakan rahasia-rahasia Allah yang ditunjuki kepada para nabi yang disebut Mukjizat, kepada para wali disebut Karomah, kepada Raja-raja adil disebut Daulat, kepada umat yang dikasihi dan jujur disebut Ma'unah, dan kepada orang-orang kafir pun diberikan Allah yang disebut Sihir.

Bermula tarikat ini atas bilangan huruf (Nun-Qaf-Jim-Mim). Maka barang siapa tiada mendatangi akan kami dan mengambilnya pada masa kami tiada dapat tidak daripada menyesal. 

Dan yang dikehendaki dengan 'Nun' itu adalah Tarikat Naqsabandiyah, dan 'Qaf' itu adalah tarikat Qadariyah, dan 'Tho' itu adalah Tharikatul Al Anfas, dan 'Jim' itu adalah Thariqatul Al Janid, dan 'Mim' itu adalah Tarikat Al Muwafiqah. 

Tanda Datangnya Kiamat

Jika Anda mengerti tentang tashawuf yang dianut kalangan suni, mereka yang menjalani ajaran ortodok sejak zaman sahabat nabi, dan kini pengikut mereka semakin sedikit karena perselisihan ditanah arab. 

Dan jika Anda tahu tentang tarikat-tashawuf yang berkembang di Indonesia sejak zaman kolonial hingga pemerintahan Soekarno, jumlahnya semakin sedikit sejak era Suharto yang kemudian mengucilkan, menganggap ajaran tarikat-tashawuf sesat, hingga sekarang jumlahnya tak lebih dari 4% di Indonesia. 

Begitu pula yang sedang terjadi diseluruh dunia. Umat Islam hanya diajarkan ilmu syariat yang hanya mengenal halal-haram, pahala-dosa, surga-neraka, dan itu disebarkan melalui dunia pendidikan modern sementara tiga ilmu lainnya tidak diajarkan. 

Dari sinilah mengapa umat Islam, para pendakwah yang menjual ayat Allah sering beradu pendapat, karena mereka tidak mengetahui 'Hikmah

READ MORE - Cara Bertemu Allah Tanpa Harus Mati

Tabir Cahaya Dan Kegelapan

Alah berfirman : “siapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta.” (al-Isra’ (17) : 72). 

Buta yang dimaksudkan bukanlah buta mata, melainkan buta hati sehingga seseorang tidak bisa melihat cahaya akhirat. 

Allah Swt. berfirman : “...... sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang di dalam dada.” (al-Hajj (22) : 46). 

Satu-satunya penyebab kebutaan hati adalah kelalaian, lupa akan kewajiban, tujuan, dan janjinya kepada Allah ketika ia hidup di dunia. Penyebab kelalaian adalah kebodohan terhadap hukum dan perintah Tuhan. Kebodohan itu disebabkan oleh kegelapan yang menghalanginya dari dunia luar dan membelenggu batinnya. 

Di antara sifat yang menggelapkan hati adalah keangkuhan, kesombongan, iri, khianat, dendam, dusta, suka menggunjing, mengumpat, dan berbagai sifat buruk lainnya. Sifat-sifat inilah yang akan menjungkirkan manusia dari makhluk yang paling mulia menjadi makhluk yang paling hina.

Sifat-sifat buruk ini dapat dihilangkan dengan menyucikan dan menerangi hati. Penyucian dilakukan dengan mencari dan mengamalkan ilmu, disertai tekad dan usaha yang kuat. Selain itu, ia harus memerangi nafsu di dalam maupun di luar diri dengan menjauhi realitas yang serbaneka untuk menyatu dengan tauhid. 

Jika perjuangan ini dilakukan tanpa henti, niscaya hati menjadi hidup diterangi cahaya tauhid. Dan jika hati telah diterangi cahaya tauhid, ia akan melihat hakikat sifat-sifat Allah di sekitar dan di dalam dirinya.

Barulah setelah itu kau akan mengingat tanah air sejati tempat asalmu. Kau akan diliputi kerinduan untuk kembali ke sana, dan ketika saatnya tiba, dengan pertolongan Allah Swt. ruh suci dalam dirimu akan menyatu dengan-Nya.

Ketika kegelapan sirna, cahaya datang menggantikannya sehingga orang yang memiliki mata hati akan mampu melihat hakikat. Ia memahami segala yang dilihatnya dengan cahaya nama-nama dan sifat Ilahi. Ia akan diliputi cahaya, dan akhirnya menjadi cahaya. Kendati demikian, cahaya masih menjadi tabir yang menutupi cahaya zat Ilahi hingga cahaya itu sirna dan yang tersisa hanya cahaya zat Ilahi.

Hati memiliki dua mata, yang kecil dan yang besar. Dengan mata hati yang kecil manusia dapat melihat manifestasi sifat-sifat dan nama-nama Allah. Ia akan melihatnya sepanjang perkembangan ruhani manusia. 

Mata yang lebih besar hanya dapat melihat melalui cahaya tauhid dan keesaan. Mata itu akan melihat jika seseorang telah mencapai wilayah kedekatan kepada Allah. Ia akan melihat di alam tertinggi manifestasi zat Allah, keesaan yang mutlak.

Semua tingkatan ruhani yang tinggi ini dapat dicapai dalam kehidupan di dunia ini jika kau telah menyucikan dirimu dari sifat-sifat duniawi, termasuk sifat mementingkan diri sendiri dan hawa nafsu. 

Keberhasilanmu menaiki jenjang-jenjang ruhani itu bergantung pada sebesar apa usahamu untuk menjauhkan diri dari sifat duniawi dan dari nafsumu.

Pencapaian tujuan yang kau dambakan itu tidaklah seperti datangnya sesuatu atau seseorang di suatu tempat. Pencapaian itu pun tidak seperti peralihan dari tidak tahu menjadi tahu; tidak seperti akal yang berhasil memahami suatu obyek pemikiran, tidak pula seperti khayalan yang menyatu dengan harapan. 

Tujuan itu tercapai ketika kau hampa dari segala sesuatu kecuali zat Allah. Pencapain ini merupakan proses yang terus-terusan menjadi. Tak ada jarak, tak ada kedekatan maupun kejauhan, tak ada pencapaian, tak ada ukuran, tak ada arah, dan tak ada dimensi.

Dia Mahabesar, segala puji bagi-Nya. Dia Maha Penyayang. Dia terlihat pada apa yang disembunyikan-Nya darimu. Dia memanifestasikan diri-Nya ketika Dia letakkan tabir antara diri-Nya dan dirimu. Pengenalan kepada-Nya tersembunyi dalam kerahasiaan-Nya.

Siapa saja di antara kalian yagn dapat mencapai cahaya yang dilukiskan dalam buku ini di kehidupan dunia, pertimbangkanlah catatan amalmu. Dengan cahaya itu kau dapat melihat segala sesuat yang telah kau kerjakan. Karena itu, perhitungkan dan pertimbangkanlah. Kelak, di hari kiamat, kau harus membaca catatan amalmu di hadapan Tuhan. Itu merupakan titik akhir. Setelah itu, tak ada lagi peluang untuk menimbang amalmu. Jika kau menimbangnya di sini, kau masih punya waktu, kau termasuk ke dalam golongan orang yang selamat. Jika tidak, penderitaan dan bencana akan menjadi nasibmu di dunia ini dan di akhirat kelak. Kehidupan ini akan berakhir. 

Di depan kita telah menunggu azab kubur, kiamat, dan timbangan amal. Kita juga akan menghadapi jembatan ujian, yang lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang. 

Di ujung jembatan itu ada surga, di bawahnya ada neraka beserta segala bentuk penderitaannya yang abadi. Itulah realitas yang harus dihadapi manusia ketika kehidupan yang fana ini berakhir. (SIRRUL ASHAR - Syech Abdul Qadir al-Jailani)


READ MORE - Tabir Cahaya Dan Kegelapan

Ketika Seorang Santri Menemukan Makhluk Paling Hina Di Dunia Ini

Di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai. Sudah bertahun-tahun lamanya si santri belajar. Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sebelum Santri pulang, Kyai memberikan sebuah ujian padanya. Pak Kyai berkata pada santrinya.

"Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu." ujar sang Kyai.

"Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini saya bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya.” jawab Santri penuh percaya diri.

Sang Kyai tersenyum seraya mempersilakan muridnya membawa seseorang ataupun makhluk itu kehadapannya. Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat, karena menganggap begitu mudah ujian itu.

Hari itu juga si Santri berjalan menyusuri jalanan. Ditengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat. Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari. Pikiran si Santri sedikit tenang. Dalam hatinya dia berkata.,

“Pasti dia orang yang lebih buruk dariku. Setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah.”

Namun dalam perjalanan pulang si Santri kembali berpikir.

"Sepertinya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk dariku. Sekarang dia mabuk-mabukan, tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul khotimah? Sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku Allah justru menghendaki suúl khotimah, bagaimana? Berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dariku,” ujarnya bimbang.

Santri itu pun kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya.

Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan. Karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan.

“Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku. Anjing ini tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan” teriak Santri dengan girang.

Dengan menggunakan karung beras, si Santri kemudian membungkus anjing tersebut untuk dibawa ke Pesantren. Namun ditengah jalan, tiba-tiba dia kembali berpikir,

“Anjing ini memang buruk rupa dan kudisan. Namun benarkah dia lebih buruk dari aku? Oh tidak, kalau anjing ini meninggal, maka dia tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya di dunia. Sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka."

Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut.

Hari semakin sore. Si Santri masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya.. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke pesantren dan menemui sang Kyai.

"Bagaimana anakku, apakah kamu sudah menemukannya?" tanya sang Kyai.

"Sudah, Kyai," jawabnya seraya tertunduk.

"Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka," ujarnya perlahan.

Mendengar jawaban sang murid, Kyai tersenyum lega,

"Alhamdulillah.. kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku," ujar Kyai terharu.

Kemudian Kyai berkata,

"Selama kita hidup di dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia dari orang ataupun makhluk lain. Kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani. Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya. Bisa jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkan wajah kita hingga melupakanNya,"

Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi. (HR. Muslim nomor 91).

Semoga sedikit ilmu yang di titipkan Allah SWT di hati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan. Kisah hikmah ini boleh dibagikan (di share) di Facebook masing-masing, agar teman-teman kita di Facebook juga bisa membacanya. Sehingga dengan begitu kisah hikmah ini bisa lebih bermanfaat untuk orang banyak.

Semoga di sisa umur yang Allah berikan, kita dapat mempergunakannya sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal saleh dan bukan hanya disibukkan dengan urusan duniawi belaka. Dan semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Amin... 

READ MORE - Ketika Seorang Santri Menemukan Makhluk Paling Hina Di Dunia Ini